Selasa, 23 Agustus 2016
Rabu, 03 Agustus 2016
Analisis Teknikal Investasi Saham
Analisis Teknikal adalah teknik analisa yang biasanya digunakan oleh trader untuk membantu keputusan jual beli dalam trading saham, forex, emas atau komoditas. Artikel ini akan membahas seluk beluk Analisis Teknikal. Mulai dari definisi, fungsi, dan berbagai tools dan indikator yang digunakan. Dengan membaca artikel ini, minimal Anda memahami pengertian Analisis Teknikal secara umum.
Analisis Teknikal atau Technical Analysis adalah teknik analisa yang menganalisa fluktuasi harga dalam rentang waktu tertentu. Dari pergerakan harga tersebut trader mengamati pola-pola tertentu yang dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembelian atau penjualan.
Umumnya pengguna Analisis Teknikal adalah trader yang ingin memanfaatkan fluktuasi harga untuk mendapatkan keuntungan.
Analisis Teknikal bisa digunakan pada semua produk keuangan yang memiliki data harga. Mulai dari saham, forex, komoditas, futures, dan sebagainya
Analisis Teknikal selalu menggunakan grafik (Chart) untuk melakukan analisisnya. Maka dari itu, trader yang murni berpegang pada aspek teknikal saja disebut dengan Chartist. Dulu grafik harga dibuat sendiri oleh trader. Untunglah sekarang sudah banyak software yang memudahkan trader, bisa menampilkan grafik harga secara realtime. Biasanya tiap produk online trading memiliki software sendiri yang digunakan untuk Analisis Teknikal. Berikut adalah beberapa contoh software yang sering digunakan untuk Analisis Teknikal:
- Untuk software online trading forex trading biasanya menggunakan MetaTrader. Biasanya software ini gratis pemakaiannya
- Untuk software online trading saham biasanya tiap broker menggunakan software yang berbeda. Biasanya software ini gratis pemakaiannya. Sebagai contoh software yang saya gunakan adalah HOTS
- Anda juga bisa menggunakan software khusus untuk Analisis Teknikal seperti MetaStock atau AmiBroker. Software ini harus dibeli dan Anda perlu membayar layanan data secara berlangganan bila ingin menggunakannya. Bila berlangganan data ini, pergerakan harga dapat dipantau secara real time. Bisa juga mendapatkan data harga secara gratis, tetapi harus men-download sendiri setiap hari.
- Pilihan lain, Anda bisa menggunakan fitur Analisis Teknikal secara online di internet, misalnya di Yahoo Finance. Namun biasanya fitur Analisis Teknikal yang disediakan terbatas.
Pergerakan harga saham dapat digambarkan sebagai grafik. Ada banyak jenis grafik yang bisa dipakai. Namun umumnya grafik Candlestick yang paling banyak dipakai, karena lebih mudah dibaca. Grafik Candlestick juga memuat harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.
Analisis Teknikal memiliki beberapa kegunaan di dalam trading antara lain:
- Mendeteksi trend atau pola yang sedang terjadi. Analisis Teknikal digunakan untuk menganalisis harga berdasar data harga masa lalu. Dengan data tersebut analis mencoba untuk melihat adanya suatu trend atau pola harga yang terjadi. Biasanya trader mengikuti pola yang terjadi. Misalnya saat harga cenderung naik, trader membuka posisi beli. Atau sebaliknya saat harga cenderung turun, trader membuka posisi jual. Untuk menentukan trend, bisa dengan menggunakan tools atau indikator.
- Membantu memberikan sinyal beli atau jual. Analisis Teknikal dapat membantu trader untuk menentukan keputusan jual atau beli. Biasanya menggunakan bantuan indikator.

Analisis Teknikal memiliki banyak tools yang bisa digunakan untuk membantu trader dalam menganalisis. Contohnya Trend Line, Rectangle, Fibonacci Retracement, dan lain sebagainya. Yang paling banyak dipakai misalnya adalah Trend Line. Trend line adalah garis imajinatif yang dibuat untuk menunjukkan kecenderungan (trend) pergerakan harga saham. Misalnya kita bisa tahu harga sedang uptrend (cenderung naik), downtrend (cenderung turun) atau sideways (datar). Dengan mengetahui berbagai pola ini Anda akan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan harga.
Indikator adalah formula matematis yang salah satu fungsinya untuk membantu memberikan sinyal beli atau jual. Ada banyak sekali indikator dalam Analisis Teknikal. Yang paling umum digunakan misalnya Moving Average, MACD (Moving Average Convergence Divergence), RSI (Relative Strength Index), Stochastic, Parabolic SAR, Bollinger Band, dan lain sebagainya. Tiap indikator memiliki karakter dan cara penggunaannya masing-masing.
Sebagai contoh Moving average, sering disingkat MA. Indikator ini menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu saham dalam suatu rentang waktu, misalnya dalam waktu 50 hari atau sering disebut MA50. Cara penggunaan indikator ini adalah dengan melihat posisi harga dibandingkan dengan MA50 tersebut. Apabila grafik harga memotong MA50 ke atas dianggap sinyal beli. Sedangkan sebaliknya, bila grafik harga memotong MA50 ke bawah dianggap sebagai sinyal jual.
Sumber http://www.juruscuan.com/trading/442-analisis-teknikal
Selasa, 14 Juni 2016
Investasi Pengertian, Tujuan dan Jenis
PENGERTIAN
Menempatkan sejumlah dana (menunda konsumsi), dengan harapan mendapatkan manfaat finansial .
TUJUAN
Untuk memperoleh keuntungan dari aset yang menjadi objek investasi.
JENIS
Sektor Keuangan
Adalah Transaksi jual beli aset keuangan untuk memperoleh keuntungan (capital gain dan deviden)
Contoh: ekuitas, sukuk dan reksadana .
Sektor Riil
Adalah menanam modal /membeli aset produktif untuk menghasilkan suatu produk melalui proses produksi.
Contoh: pabrik, rumah (properti, komoditas dsb).
Bagian Dalam Investasi
1. Dana
2. Wahana Investasi
3. Tujuan
4. Jangka Waktu
5. Untung
6. Rugi
Dalam berinvestasi sebaiknya kita menggunakan uang yang tidak terpakai (idle money) supaya meminimalisir risiko tanpa harus mengorbankan kebutuhan dasar. Mengingat berinvestasi juga memiliki resiko di dalamnya.
Setelah Anda menabung (berdasarkan manajemen keuangan 20% - 30% dari penghasilan), segeralah memilih investasi yang cocok dengan kriteria dan tujuan Anda, agar tabungan Anda tidak tergerus inflasi dan biaya administrasi dari bank .
Senin, 30 Mei 2016
Running Trade dan Interest Stock
Pengertian Running Trade
Running trade adalah suatu menu dalam system online trading yang memperlihatkan kinerja dari bursa efek di indonesia. Disini semua investor dapat memantau transaksi saham yang dijual belikan dengan sangat up to date. Disini investor juga dapat melihat berbagai informasi seperti :
1. Pergerakan indeks harga saham gabungan.
2. Frekuansi perdagangan di bursa
3. Volume perdagangan di bursa
4. Value perdagangan di bursa
5. Up adalah jumlah saham yang mengalami kenaikan harga
6. Down adalah jumlah saham yang mengalami penurunan harga
7. Saham yang tidak ada pergerakan atau tidak ada transaksi
8. Anda dapat melihat waktu transaksi, kode, price dan buyer atau seller
Interest Stock
Interest stock adalah suatu menu yang di gunakan dalam perdagangan online yang dimana terdapat beberapa informasi saham yang sudah di koleksi atau saham yang sudah dalam tahap diperhatikan oleh investor itu sendiri yang bisa digunakan oleh investor dalam tahap analisa kinerja dari masing-masing saham yang akan di transaksikan. Adalah sebagai berikut :
1. Kode saham
2. Harga saham
3. Perubahan harga saham
4. High adalah dalam waktu trading sudah pernah mencapai harga tertinggi.
5. Down adalah dalam waktu trading sudah pernah mencapai harga terendah
6. Bid vol adalah jumlah antiran pada harga tertentu.
7. Bid adalah jumlah harga yang yang dalam antrian
8. Offer adalah jumlah harga tertenu yang dalam antrian
9. Offer Vol adalah jumlah harga tertentu yang dalam antrian
10. Volume adalah jumlah volume saham yang sudah ditarnsaksikan dalam satuan lot.
Terima Kasih
Semoga Bermanfaaat
Running trade adalah suatu menu dalam system online trading yang memperlihatkan kinerja dari bursa efek di indonesia. Disini semua investor dapat memantau transaksi saham yang dijual belikan dengan sangat up to date. Disini investor juga dapat melihat berbagai informasi seperti :
![]() |
| Running Trade By. HOTS |
1. Pergerakan indeks harga saham gabungan.
2. Frekuansi perdagangan di bursa
3. Volume perdagangan di bursa
4. Value perdagangan di bursa
5. Up adalah jumlah saham yang mengalami kenaikan harga
6. Down adalah jumlah saham yang mengalami penurunan harga
7. Saham yang tidak ada pergerakan atau tidak ada transaksi
8. Anda dapat melihat waktu transaksi, kode, price dan buyer atau seller
Interest Stock
Interest stock adalah suatu menu yang di gunakan dalam perdagangan online yang dimana terdapat beberapa informasi saham yang sudah di koleksi atau saham yang sudah dalam tahap diperhatikan oleh investor itu sendiri yang bisa digunakan oleh investor dalam tahap analisa kinerja dari masing-masing saham yang akan di transaksikan. Adalah sebagai berikut :
![]() |
| Interest Stock By. HOTS |
1. Kode saham
2. Harga saham
3. Perubahan harga saham
4. High adalah dalam waktu trading sudah pernah mencapai harga tertinggi.
5. Down adalah dalam waktu trading sudah pernah mencapai harga terendah
6. Bid vol adalah jumlah antiran pada harga tertentu.
7. Bid adalah jumlah harga yang yang dalam antrian
8. Offer adalah jumlah harga tertenu yang dalam antrian
9. Offer Vol adalah jumlah harga tertentu yang dalam antrian
10. Volume adalah jumlah volume saham yang sudah ditarnsaksikan dalam satuan lot.
Terima Kasih
Semoga Bermanfaaat
Jumat, 27 Mei 2016
Nikkei 225
Nikkei 225 adalah sebuah indeks pasar saham untuk Bursa Saham Tokyo(Tokyo Stock Exchange - TSE).
Ia telah dihitung setiap hari oleh surat kabar Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) sejak tahun 1950.
Indeks ini adalah harga rata-rata tertimbang (dalam satuan yen), dan komponennya ditinjau ulang setahun sekali.
Saat ini Nikkei adalah indeks rata-rata ekuitas Jepang yang paling banyak dikutip, sebagaimana demikian pula dengan Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat.
Bahkan dahulu antara 1975-1985, Nikkei 225 pernah dikenal dengan sebutan "Dow Jones Nikkei Stock Average".
Nikkei 225 mulai dihitung pada tanggal 7 September 1950, data sebelumnya dihitung mundur sampai ke tanggal 16 Mei1949.
Nikkei 225 Futures, mulai diperkenalkan di Bursa Singapura (SGX) pada tahun 1986, di Bursa Sekuritas Osaka (Ose) pada tahun 1988, dan di Bursa Perdagangan Chicago (CME) pada tahun 1990, kini telah menjadi sebuah indeks berjangka yang diakui secara internasional.
Indeks rata-rata Nikkei mencapai nilai tinggi sepanjang masa pada 29
Desember 1989, saat ia mencapai nilai tertinggi harian yaitu 38,957.44, sebelum akhirnya indeks tutup pada 38,915.87.
Nilai indeks yang tinggi untuk abad ke-21 ialah sedikit di atas 18.300
Kamis, 26 Mei 2016
ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)
Pengertian ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)
ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) adalah kumpulan dari saham syariah yang ada di bursa efek indonesia yang dapat di transaksikan di BEI oleh investor. Yang sudah ditentukan dan tercatat di (DES) Dewan Efek Syariah yang setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November.
Saham yang tercatat di ISSI adalah sebagai berikut :
1. AALI
2. ABBA
3. ACES
4. ACST
5. ADES
6. ADHI
7. ADMG
8. ADRO
9. AIMS
10. AISA
11. AKPI
12. ASII
13. ASRI
14. BIRD
15. BOLD
16. CPIN
17. ELSA
18. GJTL
19. GIAA
20. ICBP
21. INDF
22. ISAT
23.JSMR
24. SRIL
25. KLBF
26. MERK
27. LPKR
28. MIKA
29. MPPA
30. PTPP
Dan masih banyak lainnya, sampai tanggal 25 Mei 2016 perusahaan yang tercatat di bursa efek indonesia ada 318 emiten saham yang tergabung dalam ISSI ( Indeks Saham Syariah Indonesia).
ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) adalah kumpulan dari saham syariah yang ada di bursa efek indonesia yang dapat di transaksikan di BEI oleh investor. Yang sudah ditentukan dan tercatat di (DES) Dewan Efek Syariah yang setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November.
Saham yang tercatat di ISSI adalah sebagai berikut :
1. AALI
2. ABBA
3. ACES
4. ACST
5. ADES
6. ADHI
7. ADMG
8. ADRO
9. AIMS
10. AISA
11. AKPI
12. ASII
13. ASRI
14. BIRD
15. BOLD
16. CPIN
17. ELSA
18. GJTL
19. GIAA
20. ICBP
21. INDF
22. ISAT
23.JSMR
24. SRIL
25. KLBF
26. MERK
27. LPKR
28. MIKA
29. MPPA
30. PTPP
Dan masih banyak lainnya, sampai tanggal 25 Mei 2016 perusahaan yang tercatat di bursa efek indonesia ada 318 emiten saham yang tergabung dalam ISSI ( Indeks Saham Syariah Indonesia).
Rabu, 25 Mei 2016
Pengertian, Tujuan, Karakteristik dan Macam-Macam Laporan Keuangan
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada satu periode akuntansi yang dapat digunakan sebagai gambaran perusahaan tersebut.
Tujuan laporan keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah sebgai berikut :
1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahan yang bertujuan untuk pengambilan keputusan.
2. Untuk memenuhi kebutuhan bersama untuk pengguna laporan keuangan seperti investor, manajemen, umum dan pemerintah.
3. Menunjukan kepada manajemen untuk mempertanggung jawabkan atas sumber daya yang sudah diperoleh dan di kelola.
Karakteristik Laporan Keuangan
1. Dapat Dipahami
Laporan yang disajikan dimaksimalkan agar mudah dipahami oleh pengguna laporan keuangan.
2. Relevan
Laporan keuangan dianggap jika laporan yang disajikan didalamnya dapat memberikan pengaruh kepada keputusan pengguna laporan keuangan.
3. Keandalan
Laporan keuangan yang disajikan bebas dari pengertian menyesatkan, dan kesalahan meterial.
4. Dapat Di Bandingkan
Laporan keuangan yang disajikan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya.
Macam - Macam Laporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri dari 5 laporan keuangan. adalah sebagai berikut :
1. Laporan Laba Rugi
2. Neraca
3. Cash Flow
4. Laporan Perubahan Modal
5.. Catatan atas laporan keuangan itu sendiri
Selasa, 24 Mei 2016
Pengertian, Tujuan dan Manfaat Perusahaan Go Public
Pengertian Go Public
Pengertian Go Public adalah perusahaan yang telah memutuskan sahamnya dapat diperjual belikan di umum, dan siap dinilai oleh umum secara terbuka.
Tahap paling awal pada saat perusahaan go public adalah IPO (Initial Public Offering) yang artinya adalah tahap paling awal pada saat perusahaan go public.
Tujuan Go Public
Pada saat perusahaan melakukan go public ada beberapa keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Mampu melakukan peningkatan liquiditas perusahaan.
2. Memberi kesematan untuk verivikasi
3. Memberi pengaruh pada nilai perusahaan.
4. Memberi kesempatan kepada public untuk mengetahui transparansi laporan keuangan.
Manfaat Go Public
Sedangkan manfaat perusahaan go public adalah
1. Mendapatkan dana perluasan usaha atau verifikasi usaha dan peningkatan modal perusahaan.
2. Meningkatkan nilai perusahaan.
3. Melepaskan sahamnya agar mendapat keuntungannya.
Pengertian Go Public adalah perusahaan yang telah memutuskan sahamnya dapat diperjual belikan di umum, dan siap dinilai oleh umum secara terbuka.
Tahap paling awal pada saat perusahaan go public adalah IPO (Initial Public Offering) yang artinya adalah tahap paling awal pada saat perusahaan go public.
Tujuan Go Public
Pada saat perusahaan melakukan go public ada beberapa keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Mampu melakukan peningkatan liquiditas perusahaan.
2. Memberi kesematan untuk verivikasi
3. Memberi pengaruh pada nilai perusahaan.
4. Memberi kesempatan kepada public untuk mengetahui transparansi laporan keuangan.
Manfaat Go Public
Sedangkan manfaat perusahaan go public adalah
1. Mendapatkan dana perluasan usaha atau verifikasi usaha dan peningkatan modal perusahaan.
2. Meningkatkan nilai perusahaan.
3. Melepaskan sahamnya agar mendapat keuntungannya.
Kamis, 19 Mei 2016
Indeks Saham LQ 45
Indeks LQ45 adalah kumpulan saham perusahaan
yang ada di Indonesia yang sangat liquid dalam perdagangan di bursa efek yang
berisi 45 emiten saham yang liquid.
Saham – saham yang ada di indeks LQ45 diantaranya adalah sebagai berikut :
1. PT. Adaro Energy Tbk. (ADRO),
2. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM),
3. Bank BCA (BBCA),
4. Bank Mandiri (BMRI),
5. Bank BTN (BBTN),
6. Bank BNI (BBNI),
7. Bank BRI (BBRI),
8. Lippo Karawaci (LPKR),
9. Alam Sutra Reality (ASRI),
10. XL Axiata (XLAX),
11. Astra Agro Lestari Tbk. (ADRO),
12. Wijaya Karya (WIKA),
13. Adhi Karya (ADHI),
14. Bumi Serpong Damai (BSDE),
15. Sri Rejeki Isman (SRIL),
16. Kimia Farma (KLBF),
17. PT. PP Persero (PTPP),
18. Pakuwon Jati (PWON),
19. Surya Citra Media (SCMA),
20. Waskita (WSKT),
21. Unilever Indonesia (UNLR),
22. Gudang Garam (GDRM), dan masih banyak lainnya.
Dengan Syarat perusahaan tersebut mempunyai liquiditas saham yang tinggi, fundamental perusahaan yang kuat dan secara perdagangan saham mempunyai akumulasi yang besar.
Saham – saham yang ada di indeks LQ45 diantaranya adalah sebagai berikut :
1. PT. Adaro Energy Tbk. (ADRO),
2. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM),
3. Bank BCA (BBCA),
4. Bank Mandiri (BMRI),
5. Bank BTN (BBTN),
6. Bank BNI (BBNI),
7. Bank BRI (BBRI),
8. Lippo Karawaci (LPKR),
9. Alam Sutra Reality (ASRI),
10. XL Axiata (XLAX),
11. Astra Agro Lestari Tbk. (ADRO),
12. Wijaya Karya (WIKA),
13. Adhi Karya (ADHI),
14. Bumi Serpong Damai (BSDE),
15. Sri Rejeki Isman (SRIL),
16. Kimia Farma (KLBF),
17. PT. PP Persero (PTPP),
18. Pakuwon Jati (PWON),
19. Surya Citra Media (SCMA),
20. Waskita (WSKT),
21. Unilever Indonesia (UNLR),
22. Gudang Garam (GDRM), dan masih banyak lainnya.
Dengan Syarat perusahaan tersebut mempunyai liquiditas saham yang tinggi, fundamental perusahaan yang kuat dan secara perdagangan saham mempunyai akumulasi yang besar.
Indeks Saham Asing (Dow Jones Industrial Average, Shanghai Stock Exchange dan Nikkei 225)
Semenjak
diijinkannya investor asing untuk untuk menginvestasikan dana mereka di Pasar
Modal Indonesia atau Bursa Efek Indonesia, sejak saat itulah ada keterkaitannya
indonesia dengan pasar modal global. Karena keterbatasan waktu maka penulis
akan membahas 3 indeks saham asing diantanyaa adalah : Dow Jone Industrial
Average, Shanghai Stock Exchange, dan Nikkei 225.
a. Dow
Jones Industrial Average
Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah indeks
pasar AS tertua yang digunakan untuk mengukur komponen industry di pasar saham
Amerika. Indeks ini terdiri dari 30 perusahaan terbesar di AS yang go public. Seperti coca cola, intel,
mocrosoft, mcdonals, walt Disney company, boeing, jhonson-jhonson dan
lain-lain. DJIA mempunyai pengaruh yang besar terhadap bursa saham di Indonesia
karena sebagian besar tujuan eksport di pasar amerika dan amerika memiliki
porsi ekspor sebesar 30% dari total ekspor Indonesia.
b. Shanghai
Stock Exchange
Shanghai Stock Exchange adalah bursa efek terbesar di Republik Rakyat
Tiongkok. Ia terletak di kota Shanghai, RRT. Bursa ini didirikan pada 26 November 1990 dan mulai beroperasi pada 19 Desember tahun itu juga.
Bursa saham ini merupakan organisasi nirlaba yang dikelola oleh China Securities Regulatory Commission (CSRC).
Indeks pasar saham utama SSE adalah SSE Composite (dikenal sebagai "Shanghai Composite"), yang
merupakan indikator paling sering digunakan untuk mencerminkan kinerja pasar
SSE. Indeks penting lainnya yang digunakan di Bursa Efek Shanghai termasuk Indeks
SSE 50 dan Indeks
SSE 180. Pada Mei 2012,
sejumlah 932 perusahaan mencatatkan sahamnya di SSE. Pada Desember 2011, harga
saham-saham di SSE mencapai AS$2,3 triliun dalam kapitalisasi pasar global.
c. Nikkei
225
Nikkei 225 adalah sebuah indeks pasar saham untuk Bursa Saham Tokyo(Tokyo
Stock Exchange - TSE). Ia
telah dihitung setiap hari oleh surat kabar Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) sejak tahun 1950. Indeks ini adalah harga rata-rata tertimbang (dalam satuan yen), dan komponennya ditinjau ulang setahun sekali. Saat ini
Nikkei adalah indeks rata-rata ekuitas Jepang yang paling banyak dikutip,
sebagaimana demikian pula dengan Dow
Jones Industrial Average di Amerika Serikat.
Bahkan
dahulu antara 1975-1985, Nikkei 225 pernah dikenal dengan sebutan "Dow
Jones Nikkei Stock Average". Nikkei 225 mulai
dihitung pada tanggal 7 September 1950, data sebelumnya dihitung mundur sampai ke tanggal 16 Mei1949. Nikkei
225 Futures, mulai diperkenalkan di Bursa
Singapura (SGX) pada tahun 1986, di Bursa
Sekuritas Osaka (Ose) pada tahun 1988, dan di Bursa Perdagangan Chicago (CME) pada tahun 1990, kini telah menjadi sebuah indeks berjangka yang diakui
secara internasional. Indeks rata-rata Nikkei mencapai
nilai tinggi sepanjang masa pada 29 Desember 1989, saat ia mencapai nilai tertinggi harian yaitu 38,957.44,
sebelum akhirnya indeks tutup pada 38,915.87. Nilai indeks yang tinggi untuk
abad ke-21 ialah sedikit di atas 18.300.
Investasi Dan Pasar Modal
a. Pengertian
Investasi
Menurut
(I Gusti Agus Andiyasa, 2014:16) investasi dapat didevinisikan sebagai
penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukan ke aktiva produktif selama periode
waktu tertentu.
Sehingga
dapat disimpulkan adalah sebegai berikut investasi adalah menempatkan sejumlah
dana yang dilakukan oleh investor atau pelaku investasi dengan harapan untuk
mendapatkan keuntungan atau manfaat financial baik dalam jangka panjang atau
dalam jangka pendek sesuai dengan tujuan awal investasi yan dilakukan oleh
investor. Contoh investasi adalah sebagai berikut Investasi property, investasi
emas, investasi saham/reksadana, investasi tanah, deposito, obligasi, dan surat
berharga lainnya.
Dalam investasi
investor harus dapat mempertimbangkan sumber dana investor. Kemampuan dana dari
investor harus memenuhi jumlah angka yang aman untuk melakukan investasi. Yaitu
harus sudah mempunyai tabungan yang nilainya 3 kali lipat dari jumlah dana yang
di investasikan. Sehingga dapat memperkecil resiko yang lain, seperti jika
sakit, dan kebutuhan konsumtif dan urgent lainnya yang tidak dapat di prediksi
sebelumnya.
b. Sumber
Dana Investasi
Sumber
dana investasi dapat di peroleh dari beberapa pihak adalah sebagai berikut :
1) Investasi
oleh masyarakat swasta nasional (Lokal)
Adalah
investasi yang di dapat dari investor dalam negeri yang bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan.
2) Investasi
oleh asing (Foreign)
Adalah investasi
yang sumber dananya dari investor yang berasal dari luar negeri dengan tujuan
untuk mendapatkan keuntungan.
c. Pengertian
Pasar Modal
Pengertian
pasar modal menurut Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995 adalah kegiatan
yang bersangkutan dengan penawaran umumdan perdagangan efek, perusahaan publik
yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan serta lembaga dan profesi yang
berkaitan dengan efek.
(Ida
Bagus Anom Purbawangsa, 2013:182) Pasar modal merupakan alternatif investasi
bagi masyarakat yang ingin menginvestasikan uangnya dan pasar modal juga bisa
sebagai sarana pendanaan jangka panjang perusahaan untuk mendapatkan tambahan
modal.
Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pasar modal adalah tempat atau sarana yang digunakan untuk
para investor untuk melakukan investasi saham, dan dapat memfasilitasi para
perusahaan yang sudah goo publik untuk mendapatkan modal untuk mengembangkan
bisnisnya. Yang dapat dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diawasi oleh
banyak lembaga keuangan seperti OJK, Bapepam dll.
Kamis, 08 Oktober 2015
Minggu, 04 Oktober 2015
ISTILAH – ISTILAH DALAM SAHAM
Bursa Saham (Efek),
Pihak yang menyelenggarakan atau menyediakan sistem untuk mempertemukan penawaran jual dan beli saham. Bursa Efek adalah wadah tempat bertemunya para broker dan dealer untuk melakukan jual beli efek (saham dan obligasi). Karena itu umumnya diluar negeri Bursa Efek itu diselenggarakan oleh swasta, bahkan pemiliknya adalah para broker dan dealer itu sendiri
Buyback
Pembelian kembali saham atau obligasi yang beredar oleh emiten dengan beragam alasan dan tujuan.
Capital Gain
Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negative (rugi) disebut capital loss.
Capital Market
Perdagangan surat-surat berharga, termasuk saham dan obligasi.
Delisting (penghapusan pencatatan)
Penghapusan efek dari daftar efek yang tercatat di Bursa sehingga efek tersebut tidak dapat diperdagangkan di Bursa. Saham-saham yang telah di delist tetap dapat diperdagangkan di luar bursa, dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.
Dilusi
Penurunan persentase pemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar.
Saham (Stock)
Bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.
Saham Gorengan
Saham perusahaan-perusahaan yang umumnya diperdagangkan bukan berdasarkan fundamentalnya, tapi berdasarkan rumor atau isu.
Saham Tidur
Saham yang tidak aktif diperdagangkan.
Undersubscribed
Jumlah permintaan terhadap saham perdana kurang dari jumlah saham yang akan diterbitkan. Kebalikannya adalah oversubscribed.
Underwriter
Perusahaan sekuritas yang bertindak melaksanakan penjaminan terhadap penjualan saham saat IPO.
Undervalued
Saham atau surat berharga diperdagangkan dengan dengan harga dibawah nilai asetnya.
Saham Bonus
Saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham bedasarkan jumlah saham yang dimiliki.
Waran
Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan / membeli saham perusahaan tersebut pada harga tertentu setelah 6 bulan atau lebih. Dalam praktek, terkadang penerbitan waran dilakukan bersamaan dengan penerbitan saham dimana waran tersebut sebagai insentif atau pemanis (sweetener). Selain diterbitkan bersama saham, waran juga bisa diterbitkan bersama
Agio Saham
Agio saham adalah selisih lebih setoran pemegang saham diatas nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominal.
Anggota Bursa
Perusahaan-perusahaan sekuritas yang telah memperoleh ijin Bapepam dan berhak menggunakan sistem yang ada di bursa.
Akuisisi
Pengambilalihan perusahaan oleh perusahaan lain melalui pembelian saham perusahaan tersebut.
Annual Report
Laporan keuangan tahunan yang telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Block Trading
Perdagangan dalam jumlah besar atau minimal 200.000 lembar saham.
Blue Chip
Saham-saham unggulan, saham-saham dari perusahaan yang mempunyai reputasi baik dan mudah diperjualbelikan di bursa saham karena banyak peminatnya.
Bond
Kata lain dari obligasi. Surat bukti utang jangka panjang dari emiten, umumnya diatas 3 tahun. Setiap periode tertentu pemilik surat ini dapat menukarkan kupon-kupon yang terlampir untuk mendapatkan bunga dari emiten, sampai akhirnya jatuh tempo ketika perusahaan harus melunasi utangnnya. Bond dapat diperjualbelikan di bursa efek.
Support
suatu area psikologis harga yang menahan pergerakan harga untuk terus turun.
Stop loss
Level harga tertentu dimana trader harus menutup transaksi ketika rugi untuk membatasi kerugian dan melindungi modal.
Trading
aktivitas jual beli, yang diperjualbelikan dapat berupa saham, currency, komoditas.
Trailing Stop
stop loss berjalan, yang dapat meminimalkan kerugian menjadi keuntungan.
Indikator
alat bantu dalam analisis teknikal yang mempermudah trader untuk menentukan sinyal beli dan jual.
Anggota bursa
perusahaan sekuritas yang mendapat ijin dari bursa untuk menjadi perantara perdagangan efek / saham.
Corporate Action
Suatu tindakan / keputusan perusahaan publik yang akan berpengaruh terhadap kepentingan pemegang saham, seperti pembagian dividen, pemberian saham bonus, stock split, penawaran umum terbatas,
Crossing
Transaksi jual beli yang dilakukan hanya oleh anggota bursa yang sama.
Custody
Kata lain dari custodian. Lembaga atau pihak yang menyimpan surat-surat berharga yang diperdagangkan seperti saham. Salah satu tujuannya adalah agar mempermudah penyelesaian transaksi di kemudian hari.
Pihak yang menyelenggarakan atau menyediakan sistem untuk mempertemukan penawaran jual dan beli saham. Bursa Efek adalah wadah tempat bertemunya para broker dan dealer untuk melakukan jual beli efek (saham dan obligasi). Karena itu umumnya diluar negeri Bursa Efek itu diselenggarakan oleh swasta, bahkan pemiliknya adalah para broker dan dealer itu sendiri
Buyback
Pembelian kembali saham atau obligasi yang beredar oleh emiten dengan beragam alasan dan tujuan.
Capital Gain
Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negative (rugi) disebut capital loss.
Capital Market
Perdagangan surat-surat berharga, termasuk saham dan obligasi.
Delisting (penghapusan pencatatan)
Penghapusan efek dari daftar efek yang tercatat di Bursa sehingga efek tersebut tidak dapat diperdagangkan di Bursa. Saham-saham yang telah di delist tetap dapat diperdagangkan di luar bursa, dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.
Dilusi
Penurunan persentase pemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar.
Saham (Stock)
Bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.
Saham Gorengan
Saham perusahaan-perusahaan yang umumnya diperdagangkan bukan berdasarkan fundamentalnya, tapi berdasarkan rumor atau isu.
Saham Tidur
Saham yang tidak aktif diperdagangkan.
Undersubscribed
Jumlah permintaan terhadap saham perdana kurang dari jumlah saham yang akan diterbitkan. Kebalikannya adalah oversubscribed.
Underwriter
Perusahaan sekuritas yang bertindak melaksanakan penjaminan terhadap penjualan saham saat IPO.
Undervalued
Saham atau surat berharga diperdagangkan dengan dengan harga dibawah nilai asetnya.
Saham Bonus
Saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham bedasarkan jumlah saham yang dimiliki.
Waran
Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan / membeli saham perusahaan tersebut pada harga tertentu setelah 6 bulan atau lebih. Dalam praktek, terkadang penerbitan waran dilakukan bersamaan dengan penerbitan saham dimana waran tersebut sebagai insentif atau pemanis (sweetener). Selain diterbitkan bersama saham, waran juga bisa diterbitkan bersama
Agio Saham
Agio saham adalah selisih lebih setoran pemegang saham diatas nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominal.
Anggota Bursa
Perusahaan-perusahaan sekuritas yang telah memperoleh ijin Bapepam dan berhak menggunakan sistem yang ada di bursa.
Akuisisi
Pengambilalihan perusahaan oleh perusahaan lain melalui pembelian saham perusahaan tersebut.
Annual Report
Laporan keuangan tahunan yang telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Block Trading
Perdagangan dalam jumlah besar atau minimal 200.000 lembar saham.
Blue Chip
Saham-saham unggulan, saham-saham dari perusahaan yang mempunyai reputasi baik dan mudah diperjualbelikan di bursa saham karena banyak peminatnya.
Bond
Kata lain dari obligasi. Surat bukti utang jangka panjang dari emiten, umumnya diatas 3 tahun. Setiap periode tertentu pemilik surat ini dapat menukarkan kupon-kupon yang terlampir untuk mendapatkan bunga dari emiten, sampai akhirnya jatuh tempo ketika perusahaan harus melunasi utangnnya. Bond dapat diperjualbelikan di bursa efek.
Support
suatu area psikologis harga yang menahan pergerakan harga untuk terus turun.
Stop loss
Level harga tertentu dimana trader harus menutup transaksi ketika rugi untuk membatasi kerugian dan melindungi modal.
Trading
aktivitas jual beli, yang diperjualbelikan dapat berupa saham, currency, komoditas.
Trailing Stop
stop loss berjalan, yang dapat meminimalkan kerugian menjadi keuntungan.
Indikator
alat bantu dalam analisis teknikal yang mempermudah trader untuk menentukan sinyal beli dan jual.
Anggota bursa
perusahaan sekuritas yang mendapat ijin dari bursa untuk menjadi perantara perdagangan efek / saham.
Corporate Action
Suatu tindakan / keputusan perusahaan publik yang akan berpengaruh terhadap kepentingan pemegang saham, seperti pembagian dividen, pemberian saham bonus, stock split, penawaran umum terbatas,
Crossing
Transaksi jual beli yang dilakukan hanya oleh anggota bursa yang sama.
Custody
Kata lain dari custodian. Lembaga atau pihak yang menyimpan surat-surat berharga yang diperdagangkan seperti saham. Salah satu tujuannya adalah agar mempermudah penyelesaian transaksi di kemudian hari.
Cut Loss
Upaya untuk menghindari kerugian yang lebih besar dengan menjual saham pada posisi merugi.
Efek
Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kolektif kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek.
Emiten
Pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat investor melalui penawaran umum.
Face Value
Nilai nominal, nilai yang tercantum pada sekuritas seperti wesel, obligasi dan instrumen sejenisnya.
Index (Indeks Harga Saham)
Index harga saham merupakan indikator utama yang menggambarkan pergerakan harga saham. Di Bursa Efek Indonesia terdapat 7 jenis index, yaitu (1) Index Harga Saham Individual, (2), Index Harga Saham Sektoral, (3) Index Harga Saham Gabungan, (4) Index LQ45, (5) Index JII, (6) Index MBX dan (7) Index DBX.
Upaya untuk menghindari kerugian yang lebih besar dengan menjual saham pada posisi merugi.
Efek
Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kolektif kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek.
Emiten
Pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat investor melalui penawaran umum.
Face Value
Nilai nominal, nilai yang tercantum pada sekuritas seperti wesel, obligasi dan instrumen sejenisnya.
Index (Indeks Harga Saham)
Index harga saham merupakan indikator utama yang menggambarkan pergerakan harga saham. Di Bursa Efek Indonesia terdapat 7 jenis index, yaitu (1) Index Harga Saham Individual, (2), Index Harga Saham Sektoral, (3) Index Harga Saham Gabungan, (4) Index LQ45, (5) Index JII, (6) Index MBX dan (7) Index DBX.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indikator gabungan dari pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, baik saham biasa maupun saham preferen. Hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100.
Insider Trading
Transaksi saham berdasarkan bocoran informasi rahasia dari orang dalam, pihak-pihak yang terkait dengan emiten, konsultan perusahaan atau regulator (insider information). Transaksi seperti ini umumnya melibatkan orang-orang yang menurut aturan tidak boleh melakukan transaksi, seperti direktur perusahaan yang memperdagangkan saham perusahaan sendiri.
Investasi
Kegiatan menanam dana atau modal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dimasa mendatang.
Initial Public Offering (IPO)
Penawaran saham perdana pada saat perusahan mulai go public.
Senin, 28 September 2015
Mekanisme Perdagangan Pasar Modal
Perdagangan efek di bursa hanya dapat dilakukan oleh anggota bursa (AB) yang juga menjadi anggota kliring KPEI. Anggota bursa efek bertanggung jawab terhadap seluruh transaksi yang dilakukan di bursa baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
Penyelesaian Transaksi
1. Pasar Reguler adalah hari bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi bursa (T+3)
2. Pasar Tunai adalah hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0)
3. Pasar Negosiasi adalah berdasarkan kesepakatan antara anggota bursa jual dengan anggota bursa beli
Jam Perdagangan
Perdagangan efek di pasar modal reguler, pasar tunai, dan pasar negosiasi dilakukan selama jam perdagangan setiap hari bursa dengan berpedoman pada waktu JATS.
Jam Perdagangan Reguler
Senin sampai kamis pada sesi pertama pukul 09.00 S/D 12.00 pada sesi kedua pukul 13.30 S/D 15.49
Jum'at pada sesi pertama 09.00 sampai 11.30 pada sesi kedua pukul 14.00 sampai 15.49
Jam Perdagangan Pasar Tunai
Senin sampai kamis 09.00 - 12.00 dan 13.30 - 16.15
Jum'at 09.00 - 11.30 dan 14.00 - 16.15
Jam Perdagangan Pasar Negosiasi
Senin sampai kamis 09.00 - 12.00 dan 13.30 - 16.15
jum'at 09.00 - 11.30 dan 14.00 - 16.15
Untuk pasar reguler menggunakan sesi Pra-Penutupan da pasca penutupan yang dilakukan setiap hari bursa dengan jadwal sebagai berikut :
Penyelesaian Transaksi
1. Pasar Reguler adalah hari bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi bursa (T+3)
2. Pasar Tunai adalah hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0)
3. Pasar Negosiasi adalah berdasarkan kesepakatan antara anggota bursa jual dengan anggota bursa beli
Jam Perdagangan
Perdagangan efek di pasar modal reguler, pasar tunai, dan pasar negosiasi dilakukan selama jam perdagangan setiap hari bursa dengan berpedoman pada waktu JATS.
Jam Perdagangan Reguler
Senin sampai kamis pada sesi pertama pukul 09.00 S/D 12.00 pada sesi kedua pukul 13.30 S/D 15.49
Jum'at pada sesi pertama 09.00 sampai 11.30 pada sesi kedua pukul 14.00 sampai 15.49
Jam Perdagangan Pasar Tunai
Senin sampai kamis 09.00 - 12.00 dan 13.30 - 16.15
Jum'at 09.00 - 11.30 dan 14.00 - 16.15
Jam Perdagangan Pasar Negosiasi
Senin sampai kamis 09.00 - 12.00 dan 13.30 - 16.15
jum'at 09.00 - 11.30 dan 14.00 - 16.15
Untuk pasar reguler menggunakan sesi Pra-Penutupan da pasca penutupan yang dilakukan setiap hari bursa dengan jadwal sebagai berikut :
Sesi
|
Waktu
|
Aktivitas
|
Pra-penutupan
|
15:50:00 s.d. 16:00:00
|
Anggota Bursa Efek memasukan penawaran
Jual dan atau permintaan beli
|
16:00:01 s.d. 16:04:59
|
JATS melakukan proses
pembentukan Harga Penutupan dan memperjumpakan penawaran jual dengan
permintaan beli pada Harga Penutupan berdasarkan price dan time priority
|
|
Pasca Penutupan
|
16:05:00 s.d. 16:15:00
|
Anggota Bursa Efek untuk memasukkan
penawaran jual dan atau permintaan beli pada Harga Penutupan, dan JATS
memperjumpakan secara berkelanjutan (continuous auction) atas penawaran jual
dengan permintaan beli untuk Efek yang sama secara keseluruhan maupun
sebagian pada Harga Penutupan berdasarkan time priority
|
Satuan Perdagangan
Perdagangan
di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot)
Efek atau kelipatannya, yaitu 100 (seratus) Efek. Perdagangan di Pasar
Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (tidak round lot).
Satuan Perubahan Harga (Fraksi)
Price
|
Step Value
|
Maximum Price Step *
|
< Rp 500
|
Rp1
|
Rp20
|
Rp 500 to < Rp 5000
|
Rp5
|
Rp100
|
> Rp 5,000
|
Rp25
|
Rp500
|
Catatan:
Dalam
pelaksanaan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, maka JATS
akan melakukan Auto Rejection, apabila volume penawaran jual atau permintaan
beli Efek Bersifat Ekuitas lebih dari 50.000 (Lima puluh ribu) lot atau 5%
(lima perseratus) dari jumlah efek yang tercatat di Bursa (mana yang lebih
kecil).
Auto Rejection
Harga
penawaran jual dan atau permintaan beli yang dimasukkan ke dalam JATS adalah
harga penawaran yang masih berada di dalam rentang harga tertentu. Bila Anggota
Bursa memasukkan harga diluar rentang harga tersebut maka secara otomatis akan
ditolak oleh JATS (auto rejection).
Batasan Auto Rejection Yang Berlaku Saar Ini
1. Harga
penawaran jual atau penawaran beli saham lebih kecil dari Rp 50,- (lima puluh
rupiah);
2. Harga
penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 35% (tiga puluh lima
perseratus) di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga
Rp 50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan dari Rp 200,- (dua ratus rupiah);
3. Harga
penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 25% (dua puluh lima
perseratus) di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga
Rp 200,- (dua ratus rupiah) sampai dengan dari Rp 5.000,- (lima ribu rupiah);
4. Harga
penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 20% (dua puluh perseratus)
di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga di atas Rp
5.000,- (lima ribu rupiah).
Penerapan
Auto Rejection terhadap harga di atas untuk perdagangan saham hasil penawaran
umum yang pertama kalinya diperdagangkan di bursa (perdagangan perdana),
ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari persentase batasan auto rejection
harga sebagaimana dimaksud dalam butir di atas.Acuan Harga yang digunakan untuk
pembatasan harga penawaran tertinggi atau terendah atas saham yang dimasukkan
ke JATS dalam perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai ditentukan
sebagai berikut:
·
Menggunakan harga pembukaan (Opening Price) yang terbentuk pada sesi
Pra-Pembukaan; atau Menggunakan harga penutupan (Closing Price) di Pasar
Reguler pada Hari Bursa sebelumnya (Previous Price) apabila Opening Price tidak
terbentuk.
·
Dalam hal Perusahaan Tercatat melakukan tindakan korporasi maka selama 3
(tiga) Hari Bursa berturut-turut setelah berakhirnya perdagangan saham
yang memuat hak (periode cum) di Pasar Reguler, Acuan Harga di atas menggunakan
Previous Price dari masing-masing Pasar (Reguler atau Tunai).
Pra Pembukaan
Pelaksanaan
perdagangan di Pasar Reguler dimulai dengan Pra-pembukaan. Anggota Bursa dapat
memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli sesuai dengan ketentuan
satuan perdagangan, satuan perubahan harga (fraksi) dan ketentuan auto
rejection.Harga Pembukaan terbentuk berdasarkan akumulasi jumlah penawaran jual
dan permintaan beli terbanyak yang dapat dialokasikan oleh JATS pada harga
tertentu pada periode Pra-pembukaan.Seluruh penawaran jual dan atau permintaan
beli yang tidak teralokasi di Pra-pembukaan, akan diproses secara langsung
(tanpa memasukkan kembali penawaran jual dan atau permintaan beli) pada sesi I
perdagangan, kecuali Harga penawaran jual dan atau permintaan beli tersebut
melampaui batasan auto rejection.
Pasar Reguler
Penawaran
jual dan atau permintaan beli yang telah dimasukkan ke dalam JATS diproses oleh
JATS dengan memperhatikan:
1. Prioritas harga (price priority):
Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
2. Prioritas Waktu (time Priority)
Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu. Pengurangan jumlah Efek pada JATS baik pada penawaran jual maupun pada permintaan beli untuk tingkat harga yang sama tidak mengakibatkan hilangnya prioritas waktu. Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai terjadi dan mengikat pada saat penawaran jual dijumpakan (match) dengan permintaan beli oleh JATS.
Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu. Pengurangan jumlah Efek pada JATS baik pada penawaran jual maupun pada permintaan beli untuk tingkat harga yang sama tidak mengakibatkan hilangnya prioritas waktu. Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai terjadi dan mengikat pada saat penawaran jual dijumpakan (match) dengan permintaan beli oleh JATS.
Pasar Negosiasi
Perdagangan
Efek di Pasar Negosiasi dilakukan melalui proses tawar menawar secara
individual (negosiasi secara langsung) antara:
Anggota
Bursa atau
1.
nasabah melalui satu Anggota Bursa atau
2. nasabah dengan Anggota Bursa atau
Selanjutnya hasil kesepakatan dari tawar menawar tersebut diproses melalui JATS.
2. nasabah dengan Anggota Bursa atau
Selanjutnya hasil kesepakatan dari tawar menawar tersebut diproses melalui JATS.
Pasar Reguler Dan Pasar Tunai
Penyelesaian
Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai antara Anggota Bursa jual dan
Anggota Bursa beli dijamin oleh KPEI.
·
Transaksi Bursa Pasar Reguler wajib diselesaikan pada Hari Bursa ke-3 (T+3).
·
Transaksi Bursa Pasar Tunai wajib diselesaikan pada Hari Bursa yang sama (T+0).
Dalam
hal kewajiban Anggota Bursa untuk menyerahkan Efek tidak dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan maka Anggota Bursa tersebut wajib untuk menyelesaikan
kewajibannya dengan uang pengganti (ACS= Alternate Cash Settlement) yang
besarnya ditetapkan sebesar 125% (seratus dua puluh lima perseratus) dari harga
tertinggi atas Efek yang sama yang terjadi di:
·
Pasar Reguler dan Pasar Tunai yang penyelesaiannya jatuh tempo pada tanggal
yang sama; dan
·
Pasar Reguler pada Sesi I pada hari penyelesaian transaksi yang jatuh temponya
sebagaimana di atas.
Penyelesaian Transaksi Bursa Pasar Negosiasi
Waktu
penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Negosiasi ditetapkan berdasarkan
kesepakatan antara AB jual dan AB beli dan diselesaikan secara per transaksi
(tidak Netting). Bila tidak ditetapkan, penyelesaian Transaksi Bursa dilakukan
selambat-lambatnya pada Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi (T+3) atau
Hari Bursa yang sama dengan terjadinya transaksi (T+0) khusus untuk Hari Bursa
terakhir perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Belajar Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Manajemen Investasi Saham Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Pemula
Belajar Metode Perhitungan Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Gabungan Pemula
Belaja rAnalisis Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Teknikal Pemula
Belajar Investasi Saham Fundamental Pemula
Belajar Analisis Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Kenaikan Investasi Saham Pemula
Belajar Bursa Investasi Saham Pemula
Belajar BEI Investasi Saham Pemula
Belajar Bisnis Investasi Saham Pemula
Belajar Membuat Investasi Saham Menjadi Untung Pemula
Belajar Investasi Saham Daewoo Pemula
Belajar Investasi Saham HOTS Pemula
Belajar Investasi Saham MOTS Pemula
Belajar Investasi Saham Gabungan Dan Campuran Pemula
Belajar Investasi Analisis Saham Pemula
Belajar Bisnis Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Investasi Saham Lokal Pemula
Belajar Investasi Saham Jakarta Pemula
Belajar Investasi Saham bandung Pemula
Belajar Investasi Saham Bali Pemula
Belajar Investasi Saham Solo Pemula
Belajar Investasi Saham Ngawi Pemula
Belajar Investasi Saham Pamulang
Belajar Investasi Saham BSD Pemula
Belajar Investasi Saham Daewoo Cabang Bintaro Pemula
Belajar Antisipasi Kerugian Investasi Saham Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Lokal Pemula
Belajar Cocok Untuk Investasi Saham Lokal Pemula
Belajar Investasi Saham Dalam Securities Pemula
Belajar KDB Daewoo Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Syariah Daewoo Pemula
Belajar Online Trading Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Dengan Online Trading Pemula
Belajar Online Investasi Saham Daewoo Pemula
Belajar Mobile Online Trading System Investasi Saham Pemula
Belajar Home Online Trading System Investasi Saham Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Di Daewoo Securities Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Dengan Daewoo Securities Pemula
Belajar Jadwal Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Jadwal Investasi Saham Pemula
Belajar Waktu Trading Investasi Saham Pemula
Belajar Online Trading Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar HOTS Investasi Saham Pemula
Belajar MOTS Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Dengan HOTS Pemula
Belajar Investasi Saham Dengan MOTS Pemula
Belajar System Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham HOTS Di Indonesia Pemula
Belajar Manajemen Investasi Saham Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Pemula
Belajar Metode Perhitungan Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Gabungan Pemula
Belaja rAnalisis Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Teknikal Pemula
Belajar Investasi Saham Fundamental Pemula
Belajar Analisis Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Kenaikan Investasi Saham Pemula
Belajar Bursa Investasi Saham Pemula
Belajar BEI Investasi Saham Pemula
Belajar Bisnis Investasi Saham Pemula
Belajar Membuat Investasi Saham Menjadi Untung Pemula
Belajar Investasi Saham Daewoo Pemula
Belajar Investasi Saham HOTS Pemula
Belajar Investasi Saham MOTS Pemula
Belajar Investasi Saham Gabungan Dan Campuran Pemula
Belajar Investasi Analisis Saham Pemula
Belajar Bisnis Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Investasi Saham Lokal Pemula
Belajar Investasi Saham Jakarta Pemula
Belajar Investasi Saham bandung Pemula
Belajar Investasi Saham Bali Pemula
Belajar Investasi Saham Solo Pemula
Belajar Investasi Saham Ngawi Pemula
Belajar Investasi Saham Pamulang
Belajar Investasi Saham BSD Pemula
Belajar Investasi Saham Daewoo Cabang Bintaro Pemula
Belajar Antisipasi Kerugian Investasi Saham Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Lokal Pemula
Belajar Cocok Untuk Investasi Saham Lokal Pemula
Belajar Investasi Saham Dalam Securities Pemula
Belajar KDB Daewoo Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Syariah Daewoo Pemula
Belajar Online Trading Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Dengan Online Trading Pemula
Belajar Online Investasi Saham Daewoo Pemula
Belajar Mobile Online Trading System Investasi Saham Pemula
Belajar Home Online Trading System Investasi Saham Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Di Daewoo Securities Pemula
Belajar Keuntungan Investasi Saham Dengan Daewoo Securities Pemula
Belajar Jadwal Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar Jadwal Investasi Saham Pemula
Belajar Waktu Trading Investasi Saham Pemula
Belajar Online Trading Investasi Saham Syariah Pemula
Belajar HOTS Investasi Saham Pemula
Belajar MOTS Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham Dengan HOTS Pemula
Belajar Investasi Saham Dengan MOTS Pemula
Belajar System Investasi Saham Pemula
Belajar Investasi Saham HOTS Di Indonesia Pemula
Langganan:
Postingan (Atom)




